Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Mei 2008
Pembunuh dari Bali Incar Dokumen di PC
Jakarta - Hati-hati, sang pembunuh dari bali sedang berkeliaran mengincar 'nyawa' dokumen dalam PC. Jangan sampai dokumen penting jadi korbannya, bisa fatal akibatnya. Ya, sebuah virus komputer yang memanfaatkan nama Bali telah beredar di dunia maya. Virus berjulukan Cetix, yang konon berarti racun dalam bahasa bali, itu bisa sangat berbahaya karena dapat menghapus data atau dokumen MS Office. Peringatan itu disampaikan Alfons Tanudjaya dari Vaksincom kepada detikINET, Rabu (7/5/2008). Disebutkan, virus ini sudah memunculkan berbagai varian sejak 2007. "Dan varian yang terbaru, yaitu dengan nama CETiX oleh Norman Virus Control release 7 teridentifikasi sebagai W32/VBDoor.HYI. Seperti halnya sebuah racun/cetix, virus ini termasuk dalam kategori yang berbahaya, karena memiliki efek yang besar yaitu salah satunya dengan menghapus data/dokumen MS Office," ujarnya. Untuk keterangan lebih lengkapnya, silahkan kunjungi thread khusus soal Cetix di detikINET Forum dan download dokumennya. Bagi anggota forum yang aktif berdiskusi di subforum 'virus', kejutan spesial menanti. ( wsh / wsh ) Wicaksono Hidayat - detikinet
Waspadai Animasi 'Beracun' dari Jepang
Tokyo - Seorang siswa diketahui menyebarkan film animasi yang bisa 'meracuni' komputer. Ia konon menyelipkan sebuah virus dalam file film animasi yang kemudian disebarkan lewat internet secara ilegal.
Aksi siswa bernama Masato Nakatsuji itu terendus oleh aparat keamanan, ia pun ditangkap. Uniknya, ia tertangkap bukan dengan tuduhan menyebarkan virus melainkan pelanggaran hak cipta.
Seperti dikutip detikINET dari BCS, Rabu (21/5/2008), virus yang diselipkan Nakatsuji dalam film animasi tersebut adalah Harada. Virus Harada termasuk golongan yang paling sering dijumpai di negeri Sakura tersebut.
Jepang dinilai lamban dalam memerangi kasus kejahatan internet. Hanya sedikit orang yang ditangkap terkait dengan masalah penyebaran virus. Dalam beberapa kasus, termasuk Nakatsuji, pembuat virus justru tertangkap karena pelanggaran hak cipta dan bukan kejahatan cyber. Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Aksi siswa bernama Masato Nakatsuji itu terendus oleh aparat keamanan, ia pun ditangkap. Uniknya, ia tertangkap bukan dengan tuduhan menyebarkan virus melainkan pelanggaran hak cipta.
Seperti dikutip detikINET dari BCS, Rabu (21/5/2008), virus yang diselipkan Nakatsuji dalam film animasi tersebut adalah Harada. Virus Harada termasuk golongan yang paling sering dijumpai di negeri Sakura tersebut.
Jepang dinilai lamban dalam memerangi kasus kejahatan internet. Hanya sedikit orang yang ditangkap terkait dengan masalah penyebaran virus. Dalam beberapa kasus, termasuk Nakatsuji, pembuat virus justru tertangkap karena pelanggaran hak cipta dan bukan kejahatan cyber. Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Langganan:
Postingan (Atom)