Seorang guru di Kabupaten Gowa, dituntut untuk memiliki profesionalitas yang tinggi terutama guru yang sudah memiliki sertifikat guru. Selain harus mempunyai beban mengajar minimal 24 jam dan maksimal 40 jam tatap muka setiap minggu, seorang guru di Kab. Gowa juga dituntut memiliki perangkat administrasi guru sejati yang profesional, sebagai prioritas pertama dalam menyongsong program kelas tuntas pembelajaran di Kab. Gowa (Program Inovasi Pendidikan Bupati Gowa, Bapak H.Ichsan Yasin Limpo, SH., MH), seorang Guru sejati yang profesional sekurang-kurangnya memiliki 28 perangkat administrasi yang terdiri dari 24 perangkat utama dan 4 perangkat tambahan yang semuanya sama-sama penting. Masing-masing perangkat itu dijilid per-semester dengan urutan sebagai berikut adalah:
1. Cover
2. Lembar Pengesahan
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi
5. Bio Data
6. SK Pembagian Tugas
7. Jadwal Mengajar.(Roster)
8. Kalender Pendidikan dari Dinas Pendidikan Olahraga dan Pemuda Kabupaten Gowa
sebagai acuan pelaksanaan pada satuan kerja (Legalitas Kepala Dinas)
9. Kalender Pendidikan yang telah diimplementasikan oleh satuan kerja (legalitas
Kepala Sekolah)
10. ProgramTahunan
11. Program Semester
12. Analisis KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal )
13. Kalender Mata Pelajaran (Rencana Pelaksanaan Harian) yang dibuat perminggu dan
disesuaikan dengan kalender pendidikan satuan unit kerja dan berhubungan dengan
minggu efektif dalam program semester dan program tahunan
14. Buku Pelaksanaan Harian
15. Silabus
16. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang dilampiri dengan:
• Presensi Siswa
• Catatan Hambatan Belajar Siswa
• Daftar Buku Pegangan Guru dan Siswa
• Buku Informasi Penilaian
• Analisis Ketuntasan SK/KD
• Analisis Butir Soal
• Kisi-kisi Soal
• Soal-soal Ulangan
• Lembar Jawaban Soal
• Daftar Nilai
• Analisis Hasil Ulangan
• Program/Pelaksanaan Perbaikan (remedial)
• Program/Pelaksanaan Pengayaan
17. Lembar Pengamatan Sikap
18. Lembar Penilaian Akhlak Mulia dan Kepribadian Siswa
19. Daftar Pengembalian Hasil Ulangan
20. Buku Ulangan
21. Buku Tugas Terstruktur
22. Buku Tugas Mandiri
23. Mengisi Buku Kemajuan Kelas dan
24. Rekapitulasi Nilai
25. Penutup
Jika guru telah menyiapkan semua perangkat tersebut, berarti Guru yang sangat bijak dan wajib diberi Reward sebagai Guru sejati yang Profesional bersertifikat...
Tampilkan postingan dengan label profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profesional. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Februari 2012
Minggu, 13 Maret 2011
Menjadi Guru Unggul
Ahmad Makki Hasan-karacca01-Makassar
Guru harus peka dan tanggap terhadap berbagai perubahan, pembaharuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman. Di sinilah tugas guru untuk senantiasa meningkatan wawasan ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikannya hingga apa yang diberikan kepada peserta didiknya tidak sepatutnya terkecan ketinggalan zaman. Bahkan tidak cukup hanya dengan itu saja, guru perlu tampil sebagai pendidik, pengajar, pelatih, inovator bahkan dinamisator dalam mencerdaskan bangsa Indonesia.
Salah satu indikator utama unggul tidaknya sebuah sekolah adalah ditentukan dari faktor mutu guru. Guru dituntut memiliki profesionalisme di bidangnya. Artinya guru tidak hanya harus memiliki pengertahuan yang luas tentang bidang yang ajarnya, namun seluruh komponen yang berkaitan dengan pendidikan harus ada pada diri para guru itu sendiri. Hal itu pula didasarkan atas asumsi bahwa persoalan peningkatan mutu pendidikan tentu bertolak pada profesionalisme guru. Oleh sebab itu, semakin banyak guru yang berkualitas di suatu sekolah, tentu akan semakin berkualitas pulalah sekolah tersebut.
Profesionalitas guru merupakan hal paling utama bagi keberhasilan suatu sistem pendidikan. Guru harus dihargai dan diberdayakan sesuai dengan prestasi yang dicapainya. Oleh sebab itu, guru harus memperoleh tempat yang layak dalam pembangunan karakter bangsa serta menghargai dan sekaligus memberdayakan guru dalam konteks reformasi pendidikan adalah wajib hukumnya. Namun, patut dipahami bersama bahwa menjadi seorang guru yang unggul dan berkualitas memang bukan perkara yang mudah.
Sebagai tenaga pendidik yang memiliki kemampuan kualitatif, guru harus menguasai ilmu keguruan dan mampu menerapkan strategi pembelajaran untuk mengantarkan siswanya pada tujuan pendidikan. Sebut saja Pendidikan Agama Islam misalnya, yaitu terciptanya generasi mukmin yang berkepribadian ulul albab dan insan kamil. Banyak model pembelajaran di sekolah yang bisa diaplikasikan oleh guru. Contohnya model pembelajaran secara terpadu, baik dengan pusat-pusat pendidikan (orang tua, masyarakat dan sekolah) maupun terpadu dengan materi lain.
Pada kenyataannya tidak mudah seorang guru mampu menjadikan siswanya menjadi manusia yang berkualitas dan berakhlak karimah menuju arah kehidupan yang lebih baik. Tentu saja hal itu membutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Sejumlah syarat yang yang dapat menjawab tantangan dan peluang pembelajaran serta menyusun strategi pembelajaran yang unggul dan profesional. Profesionalisme keguruan bukan hanya memproduksi siswa menjadi pintar dan skilled, akan tetapi bagaimana mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki siswa menjadi aktual. Di sinilah kepribadian profesional guru yang diidam-idamkan diharapkan kehadirannya.
Untuk itu, maka menjadi keharusan bagi semua kalangan yang sedang menggeluti dunia pendidikan, khususnya guru untuk membaca dan menjadikan buku ini sebagai bahan referensi utamanya. Panduan untuk menjadi sosok pendidik yang berkualitas.Buku yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami ini memang pantas untuk dikoleksi.
Secara gamblang buku “Menjadi Guru Unggul” ini menjabarkan bagaimana menciptakan pembelajaran yang produktif dan profesional. Suatu usaha memodifikasi proses integrasi dan optimalisasi sistem pendidikan di sekolah, dengan harapan menjadi pedoman yang signifikan bagi proses pembentukan kepribadian siswa yang kokoh yakni intelektual, moral dan spiritual.
Tidak banyak buku yang berorientasi pada bagaimana menciptakan sistem pendidikan di sekolah yang efektif, praktis dan operasional seperti buku karangan Ahmad Bahrizi, dosen sekaligus mahasiswa program doktoral pada program pascasarjana UIN Jakarta ini. Kerangka filosofisnya dapat menggugah hati nurani yang sulit ditemukan pada buku-buku lain. Setidaknya hal ini bisa dibaca pada kerangka metodologis yang disajikan dengan lugas dan populer serta praktis dikembangkan ke berbagai sistem pendidikan yang ada.
Secara umum buku ini menyajikan gagasan-gagasan detail mengenai hal-hal panduan menjadi guru yang berkualitas. Guru sebagai garda terdepan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan dalam setiap pembelajaran yang ada. Menjadikan buku ini teramat penting untuk kiranya dapat kita jadikan referensi bersama. Terutama bagi mereka yang kini tengah menjadi tenaga pendidik agar dapat menjadi guru yang benar-benar profesional.
Setidaknya dalam buku ini, mengajak kepada semua guru agar dapat menjalankan tugas mulainya secara efektif dan profesional dalam menjalankan fungsinya mendidik anak bangsa. Dengan kata lain, masa depan negeri ini tergantung kepada bagaimana guru dapat melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggungjawab dan peka terhadap permasalah sosial di lingkungan sekitarnya di kemudian hari.
Sebagai figur sentral dalam dunia pendidikan, guru seyogyanya dapat menjadi proses interaksi dalam pembelajaran. Oleh karenanya guru harus memiliki karakteristik kepribadian yang ideal sesuai dengan persyaratan yang bersifat psikologis-pedagogis. Konon, pada zaman dulu posisi guru disejajarkan dengan kaum priyayi yang selalu duduk di deretan utama dalam berbagai hal. Mungkinkah posisi guru masa silam terulang lagi?
Karena itu, melalui buku ini, untuk menjadikan bangsa ini agar lebih berkualitas dengan adalah dengan mengoptimalkan mutu guru. Kalau tidak sejak saat ini, kapan lagi para guru memulai untuk meningkatkan kompetensi profesional dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi? Guru yang profesional dan berkualitas adalah jawaban mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar lagi dari buramnya wajah pendidikan nasional kita.
Guru diharapkan dapat membekali peserta didiknya sebagai penerus bangsa ini tentunya agar memiliki kemampuan intelektual dan tanggungjawab guna memasuki kehidupan ke depan yang sangat kompetitif. Sebuah mimpi yang tentu tidak sekedar menjadi utopia belaka, namun kita semua harus mencoba untuk mewujudkannya sekarang juga. Semoga!
*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang dan Guru SMA Negeri 1 Kota Malang.
Guru harus peka dan tanggap terhadap berbagai perubahan, pembaharuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sejalan dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman. Di sinilah tugas guru untuk senantiasa meningkatan wawasan ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikannya hingga apa yang diberikan kepada peserta didiknya tidak sepatutnya terkecan ketinggalan zaman. Bahkan tidak cukup hanya dengan itu saja, guru perlu tampil sebagai pendidik, pengajar, pelatih, inovator bahkan dinamisator dalam mencerdaskan bangsa Indonesia.
Salah satu indikator utama unggul tidaknya sebuah sekolah adalah ditentukan dari faktor mutu guru. Guru dituntut memiliki profesionalisme di bidangnya. Artinya guru tidak hanya harus memiliki pengertahuan yang luas tentang bidang yang ajarnya, namun seluruh komponen yang berkaitan dengan pendidikan harus ada pada diri para guru itu sendiri. Hal itu pula didasarkan atas asumsi bahwa persoalan peningkatan mutu pendidikan tentu bertolak pada profesionalisme guru. Oleh sebab itu, semakin banyak guru yang berkualitas di suatu sekolah, tentu akan semakin berkualitas pulalah sekolah tersebut.
Profesionalitas guru merupakan hal paling utama bagi keberhasilan suatu sistem pendidikan. Guru harus dihargai dan diberdayakan sesuai dengan prestasi yang dicapainya. Oleh sebab itu, guru harus memperoleh tempat yang layak dalam pembangunan karakter bangsa serta menghargai dan sekaligus memberdayakan guru dalam konteks reformasi pendidikan adalah wajib hukumnya. Namun, patut dipahami bersama bahwa menjadi seorang guru yang unggul dan berkualitas memang bukan perkara yang mudah.
Sebagai tenaga pendidik yang memiliki kemampuan kualitatif, guru harus menguasai ilmu keguruan dan mampu menerapkan strategi pembelajaran untuk mengantarkan siswanya pada tujuan pendidikan. Sebut saja Pendidikan Agama Islam misalnya, yaitu terciptanya generasi mukmin yang berkepribadian ulul albab dan insan kamil. Banyak model pembelajaran di sekolah yang bisa diaplikasikan oleh guru. Contohnya model pembelajaran secara terpadu, baik dengan pusat-pusat pendidikan (orang tua, masyarakat dan sekolah) maupun terpadu dengan materi lain.
Pada kenyataannya tidak mudah seorang guru mampu menjadikan siswanya menjadi manusia yang berkualitas dan berakhlak karimah menuju arah kehidupan yang lebih baik. Tentu saja hal itu membutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Sejumlah syarat yang yang dapat menjawab tantangan dan peluang pembelajaran serta menyusun strategi pembelajaran yang unggul dan profesional. Profesionalisme keguruan bukan hanya memproduksi siswa menjadi pintar dan skilled, akan tetapi bagaimana mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki siswa menjadi aktual. Di sinilah kepribadian profesional guru yang diidam-idamkan diharapkan kehadirannya.
Untuk itu, maka menjadi keharusan bagi semua kalangan yang sedang menggeluti dunia pendidikan, khususnya guru untuk membaca dan menjadikan buku ini sebagai bahan referensi utamanya. Panduan untuk menjadi sosok pendidik yang berkualitas.Buku yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami ini memang pantas untuk dikoleksi.
Secara gamblang buku “Menjadi Guru Unggul” ini menjabarkan bagaimana menciptakan pembelajaran yang produktif dan profesional. Suatu usaha memodifikasi proses integrasi dan optimalisasi sistem pendidikan di sekolah, dengan harapan menjadi pedoman yang signifikan bagi proses pembentukan kepribadian siswa yang kokoh yakni intelektual, moral dan spiritual.
Tidak banyak buku yang berorientasi pada bagaimana menciptakan sistem pendidikan di sekolah yang efektif, praktis dan operasional seperti buku karangan Ahmad Bahrizi, dosen sekaligus mahasiswa program doktoral pada program pascasarjana UIN Jakarta ini. Kerangka filosofisnya dapat menggugah hati nurani yang sulit ditemukan pada buku-buku lain. Setidaknya hal ini bisa dibaca pada kerangka metodologis yang disajikan dengan lugas dan populer serta praktis dikembangkan ke berbagai sistem pendidikan yang ada.
Secara umum buku ini menyajikan gagasan-gagasan detail mengenai hal-hal panduan menjadi guru yang berkualitas. Guru sebagai garda terdepan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan dalam setiap pembelajaran yang ada. Menjadikan buku ini teramat penting untuk kiranya dapat kita jadikan referensi bersama. Terutama bagi mereka yang kini tengah menjadi tenaga pendidik agar dapat menjadi guru yang benar-benar profesional.
Setidaknya dalam buku ini, mengajak kepada semua guru agar dapat menjalankan tugas mulainya secara efektif dan profesional dalam menjalankan fungsinya mendidik anak bangsa. Dengan kata lain, masa depan negeri ini tergantung kepada bagaimana guru dapat melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggungjawab dan peka terhadap permasalah sosial di lingkungan sekitarnya di kemudian hari.
Sebagai figur sentral dalam dunia pendidikan, guru seyogyanya dapat menjadi proses interaksi dalam pembelajaran. Oleh karenanya guru harus memiliki karakteristik kepribadian yang ideal sesuai dengan persyaratan yang bersifat psikologis-pedagogis. Konon, pada zaman dulu posisi guru disejajarkan dengan kaum priyayi yang selalu duduk di deretan utama dalam berbagai hal. Mungkinkah posisi guru masa silam terulang lagi?
Karena itu, melalui buku ini, untuk menjadikan bangsa ini agar lebih berkualitas dengan adalah dengan mengoptimalkan mutu guru. Kalau tidak sejak saat ini, kapan lagi para guru memulai untuk meningkatkan kompetensi profesional dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi? Guru yang profesional dan berkualitas adalah jawaban mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar lagi dari buramnya wajah pendidikan nasional kita.
Guru diharapkan dapat membekali peserta didiknya sebagai penerus bangsa ini tentunya agar memiliki kemampuan intelektual dan tanggungjawab guna memasuki kehidupan ke depan yang sangat kompetitif. Sebuah mimpi yang tentu tidak sekedar menjadi utopia belaka, namun kita semua harus mencoba untuk mewujudkannya sekarang juga. Semoga!
*) Ahmad Makki Hasan
Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang dan Guru SMA Negeri 1 Kota Malang.
Label:
Asman Nur,
dikorda gowa,
Guru,
karacca01,
profesional,
unggul
Langganan:
Postingan (Atom)